
Saat itu malam sangat gelap, aku duduk di padang rumput yang sepi itu sendirian, sungguh malam yg dingin, terlebih aku sendiri.
Aku beranjak dan mencari kayu bakar untk membuat api unggun...
Telah jauh aku berjalan menelusuri gelap malam, tanpa setitik cahaya menemaniku.
Hati mulai bergetar, seakan ingin mengurunkan niatku untk mencari kayu bakar, lalu aku memutuskan untk beristirahat sejenak.
Tak terasa dingin malam menghipnotisku untk tertidur, akupun tertidur lelap dan mulai bermimpi.
Aku bertemu seorang gadis di mimpiku, rambutnya panjang menyentuh punggungnya yang mempesona.
Tingginya 10cm di bawahku, aku menyapanya, entah dari mana aku tau namanya, dia menoleh dan menghampiriku.
Lalu menarik tanganku dan membawaku terbang lalu dia berkata "ini adalah alam mimpi, kamu panggil aku bintang ya, tapi khusus di alam mimpi saja".
Aku mengangguk pertanda setuju.
Aku terbang, ditunjukannya sejuta kebahagiaan dan cinta di alam mimpi itu.
Kami tertawa bersama, hanya aku dan dia, sungguh luar biasa, cinta dan bahagia.
Lalu kami kembali turun, dan kami duduk berdua, kami berdua saling menatap, detak jantung dan waktu seakan berhenti saat pandangan kami bertemu.
Lalu dia menunjukan senyum indahnya, yang seakan membuatku lupa diri, jantungku benar benar berhenti saat itu, betul betul senyum yg membawa damai dan cinta di hatiku, lalu suara halusnya seakan menyadarkanku dan membuat jantgku kmbli berdtak lagi dia berkata "maaf aku harus pergi menjemput bahagiaku, temui aku di alam mimpi kapan pun kamu mau, akan ku beri cinta tanpa btas untkmu, tapi hanya di alam mimpi"
belum sempat aku berkata, lalu ia memberiku kecupan hangat lalu menghilang, sekejap aku bgun dari tidurku, tetapi hari tetap malam, rasanya mentari tak mau menunjukan dirinya.
Saat aku hendak berdiri, aku menemukan jasad sang bintang yang tergolek kaku di sampingku.
Lalu tawaku memecah sunyi, aku tertawa sangat bahagia, bahagia yg tak pernah ku rasa, saat melihat jasad bintangku yang tak berdaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar