Gelap, kisah gelap tanpa arah.
Hilang, hilang dalam alunan lagu kematian.
Luka, luka yang terkoyak itu mengeluarkan darah.
Darah, warna merah yang sungguh menawan.
Pergi, pergilah dari anganku yang kau rusak.
Mimpi, dirimu hanya mimpi dari mimpiku.
Cinta, bukan cinta yg kubicarakan melainkan hati yg telah mati.
Mengapa harus kau bawa cahaya itu?
Begitu meresap ke dalam khayal palsu.
Mendetakan jantung yang mati.
Kini halusinasi tanpa arah kau berikan.
Lalu kau pergi menjemput bahagiamu.
Dan aku tertawa menggapai sengsara.
Lalu menangis melihat bahagia.
Wajahmu, wajah kehidupan palsu.
Menggersangkan aku dan mimpiku.
Pergilah, biarkan aku menari dgn kesendirian, menantimu yang tak akan kembali.
Menatapmu yg tak akan pergi.
Pergi sejauh bahagiamu membawamu dari aku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar